Hari
demi hari kulalui, tak terasa sudah 7 bulan aku menjalani tanpa didamping sang
kekasih. Banyak yang mau aku ungkapin disini, namun apa daya cukup di hati aja
yang tahu. Aku disini cuma mau menjelaskan gimana perjuangan aku hingga aku
bisa bertahan dan tersenyum hingga saat ini. Pasti kalian sudah baca blog aku
sebelumnya, disitu aku menceritakan kisah aku secara singkat. Dan sekarang dia
sudah menemukan jodohnya. Dia sudah menikah. Bayangkan saja aku pacaran dengan
dia 6 tahun, dari dia tak punya apa apa sampai dia sudah punya penghasilan
tetap. Namun jodoh sudah diatur, kita gatau sapa jodoh kita. Padahal aku mau
menikah dengan dia, dan itulah namanya tak jodoh.
Sebenarnya aku sedih banget kehilangan seseorang yang
sangat aku sayang, namun yang harus kalian ingat, kenapa sih mutia bahagia
padahal mantannya nikah?? Why? Itu karena aku sudah tau dia ngapain diluar sana
dan aku bersyukur banget tak berjodoh dengannya. Tuhan itu adil, intinya orang
baik dengan orang baik dan sebaliknya. Aku percaya jodoh itu pasti akan datang,
sekarang lebih baik perbaiki dan intropeksi diri sendiri tanpa menjelek
jelekkan orang.
Bayangin aja, awal januari aku memulai bisnis aku di toko
pakaian tanpa dibantu dengan siapapun termasuk orang tua aku. Sangat
disayangkan, baru jalan seminggu toko aku harus tutup dikarenakan aku sudah
tidak berpacaran lagi sama dia, kenapa aku tutup? Karena tokonya itu di depan
rumah dia, bayangin coba kalo kalian jadi aku terus kalian jualan dan kalian ga
lagi sama anaknya. Pasti enggak enak gitu kan. Jadinya aku harus tutup dan aku
mengalami kebangkrutan. Aku gatau bilang kerjaan aku tiap malam nangis, dan
nangis. Aku disitu sempat ngalamin depresi berat. Walaupun di media aku snapgramnya happy happy
selalu, asal kalian tau padahal tiap malam itu kerjaan akk nangis terus karena
bisnis aku terhenti begitu saja. Baru mulai bisnis, terus orang pada tau aku
buka toko, sudah ada langganan tetap, heh selang seminggu toko tutup. Gimana ga
sedih coba L
Dan akhirnya sebulan kemudian aku bangkit, dan memulai
lagi kehidupan baru. Disitu aku punya temen co, dan dia adek aku tapi aku sudah
anggap dia abang aku. Disitu dia ngebantu aku buat cari toko lagi padahal dia
kerja dari pagi sampe sore. Dia selalu sempatin waktunya buat cari toko aku.
Dia juga yang semangatin aku sampe aku bisa move on dari kehidupan aku yang
dulu. Dari semua perjalanan yang aku lalui selama ini, aku banyak sekali
mendapat pelajaran yang sangat berharga. Dari pengalaman itu aku banyak
belajar. Dan Alhamdulillah sekarang aku sudah punya toko sendiri sambil
melanjutkan pendidikan magister aku. Sebenarnya liat mantan nikah itu benaran
sakitnya itu luar biasa tapi saat aku ingat dia ngapain disana, rasa sakit itu
hilang seketika dan tergantikan dengan senyuman bahagia.
Semua yang kalian liat sekarang ini, itu semua hasil
kerja keras ku selamani, bayangin aja aku kuliah S2, dengan tugasnya super
duper banyak, lain lagi bisnis aku yang harus buka dikarenakan aku belum
sanggup biayain orang buat jaga toko aku. Lain lagi urus rumah dan macam hal
lainnya. Sebenarnya perjalanan aku itu sangat pahit, bukannya aku gimana cuma
aku mau menceritakan sedikit aja kisah aku. Aku bergaya dengan hasil uang aku
sendiri tanpa ada beban orang tua aku sendiri. Aku dari dulu sudah dibiasakan
dengan hidup mandiri dan hidup sederhana sama orang tua aku. Jadi kalo aku
pengen sesuatu, harus berusaha dulu buat carinya gimana caranya aku bisa
mengumpulkan uang sebanyak banyaknya buat beli itu barang yang aku inginkan.
Kadang-kadang aku merasa cemburu lihat temen aku, kalo dia pengen sesuatu,
besoknya langsung diwujudkan sama orang tuanya. Sebenarnya aku juga dari
keluarga ada, cuma ntah kenapa nilai yang aku tanam, aku ga mau menyusahkan
orang tua aku. Jadi aku selalu bersyukur dengan apa yang aku punya sekarang aku
punya.
Aku juga gatau tema kutipan aku ni apa, yang jelas ini
semua isi hati dan unek unek aku selama ini. Aku mau bilang, sebenarnya aku ga
sejelek yang kalian bayangkan. Aku jalan sana sini itu sebenarnya buat aku bisa
ceria lagi seperti dulu. Dan aku bisa jalanin hidup aku yang baru. Dari pada
aku di rumah sendiri, diam sendiri yang ada aku makin stress dan galau tingkat
dewa.. hahaha. Oleh karena itu, tiap hari aku selalu keluar ga pernah diam lagi
dirumah.. Sampai disini dulu ya curhat aku, ntar aku sambung lagi soalnya sudah
ngantuk, aku mau tidur dulu, besok kalo aku ada waktu aku sambung lagi
ceritanya. Maaf ya kalo ceritanya maju mundur gitu soalnya aku juga masih
belajar buat merangkai katakata,,, see you J